Rabu, 20 Mei 2009

Anda Tertarik Menjadi Imam, Bruder atau Suster ???

Silahkan Menghubungi :


Seminari Menengah Wacana Bhakti

Jln, Pejaten Barat 10 A,

Ragunan - Pasar Minggu

Jakarta - 12550

Telp. 780 4986 / 780 4996


Seminari Tinggi KAJ Yohanes Paulus II

Wisma Cempaka

Jln. Cempaka Putih Timur XXV no 7 & 8

Jakarta

Telp. 420 3374 / 420 7480

Wisma Puruhita

Jln. KH. Maisin 84

Klender

Jakarta 13470

Telp. 86601331 / 86601333


Seminari Xaverian (SX)

Wisma Xaverian

Jln. Cempaka Putih Raya no. 42

Jakarta 10520

Telp. 424 0356


Konggregasi Murid - Murid Tuhan (CDD)

Komunitas CDD

Jln. Dwiwarna Raya I no. 20 Rt 15 / 09

Jakarta 10520

Telp. 628 9192


Konggregasi Hati Maria Tak Bernoda (CICM)

Komunitas CICM

Jln. Gotong Royong 71

Pondok Bambu Rt 012 / 03

Duren Sawit

Jakarta 13430

Telp. 863 2174


Konggregasi Misi atau Lazaris (CM)

Pastoran Tanjung Priok

Jln. Melati no.1

Tanjung Priuk

Jakarta 14230

Telp. 4393 1808


Konggregasi Sengsara Yesus (CP)

Provinsialat CP

Jln. Patra Tomang II / 24

Tanjung Duren

Jakarta 11510

Telp. 569 43584


Konggregasi Redemptoris (CSsR)

Komunitas CSsR

Jln. Taman Bogenville Blok A - 3 no. 6

Jatibening, Pondok Gede

Bekasi 17412

Telp. 864 5759


Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC)

Rumah Induk MSC Jakarta

Jln. Hasyim Ashari no. 21 - 23

Jakarta 10130

Telp. 632 6710 / 632 6773


Misionaris Keluarga Kudus (MSF)

Komunitas Imam (MSF)

Jln. Sunter Permai II no. 10

Rt 011 / 06 Sunter Agung

Jakarta 14350

Telp. 6530 1544 / 6530 1566


Ordo Salib Suci (OSC)

Pastoran Serpong

Jln. Alamanda V / 1 sektor 12

Bumi Serpong Damai

Tangerang

Telp. 537 7427


Ordo saudara - saudara Dina Fransiskan (OFM)

Biara St. Fransiskus Asisi

Jln. Kramat Raya 134

Jakarta 10430

Telp. 3920838


Ordo saudara - saudara Dina Kapusin

Ordo Fratrum Minorum Capuccinorum (OFMCap)

Pastoran Tebet

Jln. H. Ramli no. 24

Rt 05 / 03 Menteng Dalam

Jakarta 12870

Telp. 831 5999


Ordo saudara-saudara Dina Konventual

Ordo Fratrum Minorum Conventualium (OFMConv)

Pastoran Sunter

Jln. Ancol Selatan II no.8

Rt 05 / 07 Sunter Agung

Jakarta 14350

Telp. 640 1373


Ordo Karmelit O.Carm)

Komunitas Imam Carmelit

Jln. Tosiga II, L12

Jakarta 11530

Telp. 549 1985


Konggregasi Santa Perawan Maria Yang Terkandung Tak Bernoda (OMI)

Pastoran Trinitas

Jln. Bambu Utama III / 23

Cengkareng barat

Jakarta 11730

Telp. 619 3882


Imam - Imam Hati Kudus Yesus (SCJ)

Komunitas Imam SCJ

Jln. Cipinang Cempedak II / 1

Rt 09 / 06 Polonia

Jakarta 13340

Telp. 819 8125


Serikat Salesian Don Bosco (SDB)

Komunitas SDB

Jln. Mandor Iren no. 5

Sunter Jaya

Jakarta 14350

Telp. 651 7330 / 652 2269


Serikat Jesus (SJ)

Kolose Hermanum

Jln. Johar Baru VI A

Rt 008 / 09

Jakarta 10560

Telp. 420 9377 / 420 1874


Konggregasi Hati Kudus Yesus dan Maria (SS.CC)

Pastoran Odilia

Jln. Citra raya Utama Timur

Blok L2. Kav. 31





































Minggu, 05 April 2009

Mengenal Kedagingan / Galatia 5 : 16 - 25

Beberapa kali Indonesia diguncang Bom, sekarang kita kalau mau masuk ke Mall atau Gedung kerap mobil kita diperiksa sebelum masuk untuk parkir. Karena musuh yang namanya Terorisme semua orang menjadi takut. Serangannya tidak bisa diprediksi, untuk siapa, kapan dan dimana.

Sebenarnya siapa sih dibelakang semua ini? Iblislah yang menggerakan semua tindakan terorisme yang kejam ini. Ia memotivasi agar kejahatan terus bergerak. Ada iri hati, kebencian, balas dendam dan semua perasaan jahat lainnya, karena tujuannya adalah kehancuran. Manusia diarahkan agar tidak lagi melakukan kehendak Allah

Daging bekerja sangat efektif, karena ia melekat dalam diri kita masing-masing. Ia selalu mengarah pada kenikmatan semata. "Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging, karena keduanya bertentangan sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki." (Galatia 5 : 17)

Jadi jika kita menyerahkan diri pada pemerintahan daging, maka kita akan menemukan keinginan yang jahat untuk dapat kita lakukan. Setiap orang percaya didiami oleh daging dan Roh Kudus. Daging kita peroleh pada saat kelahiran alamiah kita, kita mewarisinya akibat kejatuhan Adam dalam dosa. Sedangkan Roh Kudus kita terima melalui kelahiran baru.

Karena itu kita harus selalu menyangkal daging dan bergantung kepada Roh Kudus

Jumat, 03 April 2009

Benchmark / Posisi Anda

KIta diciptakan Allah, Berziarah bersama Allah Menuju Allah. Pertanyaan manisnya kita sampai dimana? Untuk itu kita harus melihat posisi kita, membuat benchmark untuk menilai perkembanagan pertumbuhan rohani kita.

Jika Anda menemukan diri Anda dalam taraf Manusia Duniawi pada saat ini, maka Anda perlu membereskan hubungan Anda dengan Kristus. Dan hal ini terjadi melalui kelahiran baru. Yohanes 1 : 12 mengatakan, "Tetapi semua orang yang menerima Nya diberi Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, ................."

Tetapi jika posisi Anda ada pada kedagingan Anda perlu membereskan hubungan dengan Roh Kudus. Roh Kudus membuat hubungan Rohani menjadi mudah dirasakan. Anda tak dapat tumbuh dalam Rohani kalau masih melekat dalam kedagingan, ........... Anda tak dapat berlari cepat selama Anda masih di air. Anda harus melangkah keluar. Demikian juga dalam kehidupan rohani

Jadi Benchamark nya adalah pada pengakuan kita, Akuilah kondisi kedagingan Anda kepada Allah. 1. Yohanes 1 : 9 "Tinggalkan ke akuan Anda dan berserah kepada Juru Selamat."

Kamis, 02 April 2009

Manusia Rohani

Manusia Rohani tidak hanya mengenal Jesus Kristus tetapi ia berjalan bersama Roh Kudus. Ia adalah manusia yang tujuan hidupnya menyenangkan Allah. Ia melakukan segala sesuatu dengan kuasa Roh Kudus.


Perhatikan beberapa dari karakter Manusia Rohani


1. Berlimpah dalam Pertumbuhan.

Tidak ada yang statis dalam hidupnya. Ia tak perlu dipaksa datang ke perjamuan kudus, ia cenderung aktif membaca firman, berdoa dan bersaksi mewartakan Kerajaan Allah. Ia tumbuh serupa dengan Kristus. Ia mendorong dan mengajar orang lain melakukan hal yang benar, kehidupannya banyak berbuah, lihat Galatia 5 : 222 - 23. Tetapi buah Roh ialah : Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, Tidak ada hukum yang menentang hal itu


2. Menundukan Diri Pada Kebenaran.

Manusia Rohani tidak menempuh jalan yang lama, ia berjalan sesuai rencana Allah, karena ia sangat ingin melaksanakan rencana Allah dalam membangun Kerajaan Surga dalam hidupnya.

Ia berserah kepada Allah, ia menginginkan kehendak Allah dan jalan Allah. Karena itu ia menerima berkat Allah. ia memahami betul "kebesaran dan kekuatan seseorang diukur dari penyerahan dirinya"

Kita mampu memikul salib, ketika orang memukul atau mencaci maki kita, kita bukan hanya tidak membalas, kita tidak ingin melakukannya. Itulah tanda kemenangan rohani.


3. Penampilan dan Jalan-jalannya.

Penampilannya adalah membangun integritas, bukanlah citra. Matanya tertuju pada Jesus, sehingga Jesus Kristus memenuhi pikiran, perhatian, pembicaraan, kehendak dan tindakannya mengasihi Jesus Kristus lebih dari pada ia mengsihi dunia.

Ia dapat melakukan karena dengan sepenuh hati ia menyerahkan dirinya tanpa syarat dalam pengaruh dan pekerjaan Roh Kudus.

4. Pandangan dan pedoman Hidup

Pandangan dan pedoman hidupnya ada pada Alkitab. Kesetiaan pada Allah diatas kepentingan dari dirinya sendiri, jadi ia memandang segala sesuatu dari sudut pandang Allah.


5 ciri Manusia Kedagingan

ada 5 ciri Manusia Kedagingan yang harus diperhatikan


1. Pertumbuhannya Tak Berbuah

Ketika seseorang mendengar Firman dan tidak melakukan apa yang dikatakan, maka ia akan dengan segera melupakan apa yang ia dengar. Tindakan inilah yang disebut Kedagingan. Ia secara fisik setiap Minggu hadir di dalam Gereja tetapi pikiran ada di luar Gereja.

Tentu tidak ada pertumbuhan, karena tindakan yang harusnya dilakukan, diabaikan. Seperti seorang bayi bagaimana dapat berjalan kalau ia tak melakukan latihan berjalan.

Tiap Minggu kita hadir ke Gereja untuk mengambil latihan. Kalau yang ikut les Kumon mungkin ngerti. Ada tugas yang harus dilakukan setiap hari, diambil waktu hari les. Tetapi kalau tidak dilakukan tentu kenaikan tingkatnya jadi tidak mungkin, tak berbuah.

Hampir setiap Gereja menciptakan tema untuk pertumbuhan umat. Tetapi berapa banyak yang mencoba untuk mempraktekan? Bahkan ada yang beranggapan sudah dibaptis sudah diselamatkan. Hidupku berubah, tetapi kataku mungkin bertumbuh, ...........

Pemikiran hidupku sudah berubah, sudah diselamatkan seringkali membuat kita tidak bertumbuh. Jadi hidup kita tidak berubah. Rumahnya masih yang kemarin, begitu dibaptis tidak mungkin langsung jadi tambah satu lantai rumahnya atau tambah luas kavlingnya, tetapi dengan dibaptis Kristus hadir dirumah kita mengajar untuk bertumbuh.


2. Susah Mendengar, Bicara Maunya Saya.

Seringkali setelah dibaptis kita merasa kita sudah benar diselamatkan. Bangga kita, sombonglah kita. Tidak mau mendengar lagi. Bicara maunya saya. karena saya anak raja. Mantapkan?!

Dalam Ibrani 5 : 11 mengatakan bahwa mereka lamban dalam mendengarkan. Seperti anak kita yang bandel, cenderung tidak suka mendengarkan.

Mereka berpikir dapat menerima berkatnya, karena sudah diselamatkan. Diselamatkan bukan pasti selamat, Keselamatannya harus diupayakan. Dengan tidak mau mendengar rencana yang lebih besar dalam hidupnya yang direncanakan Allah. Sama artinya tidak menyerahkan diri kepada Allah, karena sebenarnya mereka mengikuti keinginan dagingnya. Mereka membuat dalih-dalih dengan pemikirannya untuk pembenarannya. Padahal jelas ini dasar kesalahan tak bertumbuh.


3. Kebiasaan Berdosa.

.............. sebab jika diantara kamu ada iri hati dan perselisaihan bukankah hal itu menunjukan bahwa kamu manusia duniawi? Orang dengan Kedagingan tidak mendapatkan kemenangan atas dosa.

Apakah Anda masih bergumul dengan iri hati? Apakah Anda masih bergumul dengan dosa-dosa lama Anda? Pertanyaannya dapatkah Anda mengalami kemenangan? Kalau dapat pertanyaan berikutnya adalah Kapan?

Sederhananya jika hari ini Anda masih bergumul dengan dosa yang kemarin sebenarnya Anda masih hidup dalam daging bukan dalam Roh. Anda tidak bertumbuh.


4. Penampilan dan Melangkah Ditempat yang Sama

............., kamu hidup secara manusiawi, jika kita melangkap di jalan yang sama, dengan penampilan yang sama artinya kita tidak berubah. Dulu kecil kita pergi dengan celana pendek, tetapi setelah dewasa kita memakai celana panjang. Kita harus menyadari adanya perubahan. Kita harus merubah standart. Jalan tempat hiburan kita haruslah berbeda. Cara berpakaian kita berbeda, kalau dulu kelihatan sebagai wanita miskin dengan kain seadanya, sekarang berpakaian sebagai anak raja.

Jika masih saja suka mendengar dan melihat hal-hal yang ia tahu dibenci Allah, nama Allah disebut sembarangan, dan adegan sex di luar pernikahan, maka memang pertumbuhan menjadi Manusia Rohani akan susah dibentuk.


5. Aturan dalam Pandangan

Kita harus dapat melihat kebenaran, kalau aturan dan pandangan kita tidak sejalan maka kita akan menjadi Manusia Kedagingan, kita lebih menyenangkan diri kita dari pada Allah, maka perlu dipertanyakan hubungan seperti apa yang hendak kita bangun.

Jika kehidupan rohani kita berhenti bertumbuh, maka kita harus mengambil sikap, untuk mengikuti aturan dan merubah pandangan, karena semakin lama berhenti semakin sulit bertumbuh.

Manusia Kedagingan

Manusia Kedagingan adalah manusia yang mengikuti daging, mengacu sebagai manusia biasa. Orang yang hidup untuk dirinya sendiri tidak hidup bagi Allah. Rasul Paulus mengatakan "saudara-saudara" atau lihat 1 Korintus 3 : 1 ............. saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan Manusia Rohani, ............ mereka mengenal Kristus tapi mereka belum hidup dalam kendali Roh Kudus.

Jadi ibarat seorang bayi, bayi manusia bukan? tetapi kenapa tidak makan nasi? Seperti itulah .......... yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu bukan makanan yang keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Karena kamu masih Manusia Duniawi, Sebab jika diantara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukan, bahwa kamu Manusia Duniawi dan kamu hidup secara manusiawi?

Senin, 30 Maret 2009

Manusia Duniawi

Manusia Duniawi adalah sebagai kategori yang pertama, yaitu pada saat seseorang belum diselamatkan, belum lahir baru. Ia belum lahir baru sehingga belum memiliki Roh Allah dalam hidupnya. Dalam 1. Korintus 2 : 14 digambarkan Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah kebodohan, dan ia tak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani

Tetapi Manusia Duniawi tidak bisa menerima apa yang berasal dari Roh Allah, jadi semisal begini, saya sangat suka sekali olah raga, karena olah raga menurut saya adalah bermain. Dari kecil saya hidup dengan orang tua yang membuka toko alat-alat olah raga, sehingga sangat mudah bagi saya untuk dapat berolah raga. Tetapi istri saya punya persepsi yang berbeda, dia selalu berkata capai setiap diajak berolah raga.

Hal ini sama dengan Manusia Duniawi yang tak mengenal minat terhadap hal-hal yang bersifat rohani. Semisal pergi ke Gereja kalaupun dilakukan biasanya dengan malas-malasan, bahkan mereka sering tidak hadir. Mereka berpikir bisa sembahyang di rumah saja. Untuk hadir di doa lingkungan, atau pelayanan mungkin menjadi beban yang mengganjal pulang ke rumah lebih cepat, karena punya pengharapan dapat acara yang lain, ke bar atau apalah.

Manusia Duniawi tak punya minat, terhadap semua hal berbau rohani. Membaca Alkitab, bersaat teduh, pergi ke Gereja, memberikan waktu luangnya untuk pelayanan Gereja, atau memberikan sebagian dari miliknya untuk pengembangan Kerajaan Allah.

Ia tak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Dengan kata lain, seorang Arsitek tentu akan bisa menilai sebuah disain bangunan dengan baik, tetapi orang awam akan tidak mengerti dimana nilai keindahannya. Seperti orang buta yang melihat matahari terbit, baginya tetap gelap. Seperti seorang tuli yang mendengarkan lomba koor gereja, ia tak dapat untuk membedakan.

Prinsipnya orang tidak dapat memahami apa yang belum dia alami, jadi Manusia Duniawi tak dapat membagi kasih kalau ia belum mengenal Jesus Kristus yang mati di kayu salib bagi dirinya. Hal ini memang sulit dimengerti, mengapa Dia rela wafat di kayu salib, siapakah saya ini? Untuk hal ini diperlukan Roh Kudus, karena perlahan kalau kita membuka diri Dia akan menuntun kita bertemu Jesus Kristus. Ia ingin kita diselamatkan. Ia ingin untuk kita dapat lahir baru.

Marilah kita lahir baru bersama Kristus. Kita dibaptis, sebagai tanda pertobatan kita dan rencana hidup sebagai warga Kerajaan Allah. Pertobatan disini bukan rasa sedih, tetapi lebih pada perubahan cara berpikir, bahwa ingin menjadi Manusia yang Diselamatkan. Masuk dalam Kerajaan Allah, bekerja untuk Kerajaan Allah.